i want to change to be better,,but i want to still be myself

Minggu, 12 Februari 2012

Penyakit “ Kemiskinan “ melanda Indonesia


Indonesia telah merdeka 67 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan tersebut, Bangsa Indonesia berusaha dengan sekuat tenaga untuk mensejahterakan masyarakat yang secara adil dan makmur sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam mencapai hal mengurangi kemiskinan  dari awal kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi dan sampai sekarang. Pemerintah telah menggalangkan banyak rencana salah satunya pembangunan. Tujuan awal pembangunan tersebut adalah untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Namun seperti halnya kita lihat bersama pembangunan yang selama ini dijalankan belum terlihat mengarah ke dampak positif untuk mengurangi kemiskinan.
Kemiskinan di Indonesia merupakan masalah yang sampai saat ini belum terpecahkan oleh Pemerintah. Kemiskinan adalah masalah besar yang sedang dan selalu menghantui bangsa Indonesia. Banyaknya pengangguran karena sedikitnya lapangan pekerjaan, Pendapatan yang rendah per kapita karena harus menanggung banyaknya anggota keluarga yang belum berproduktif akibat anggapan banyak anak banyak rezeki, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kurangnya kesadaran untuk tidak berurbanisasi akibatnya akan memunculkan daerah kumuh.
Pada dasarnya, faktor yang mendasari kemiskinan yaitu program-program penanggulangan kemiskinan yang selama ini dilakukan cenderung terfokus kepada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin. Seperti contoh “RASKIN” atau Beras Miskin yang diberikan kepada masyarakat miskin dari upaya penanggulangannya. Upaya tersebut cenderung tidak efektif karena akan menyebabkan ketergantungan untuk selalu meminta-minta bukan berusaha untuk pemberdayaan. Seharusnya program yang dijalankan bersifat permanen yang berfungsi untuk budaya ekonomi produktif. Ada juga biaya subsidi secara tunai yang diberikan sebulan sekali oleh pemerintah dengan kantor pos sebagai penyalurnya. Akibat program tersebut  rakyat miskin berdesak-desakkan untuk mendapatkan bantuan dari salah satu program pemerintah ini. Tapi jika kita amati bersama, program-program tersebut dapat menimbulkan korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyalurannya.
Alangkah baiknya jika penyaluran bantuan tersebut berupa modal untuk membuka atau mendirikan usaha kecil agar dapat merubah kondisi perekonomian mereka dan dapat menyadarkan mereka untuk hidup mandiri tanpa ketergantungan terhadap pemerintah. Sehingga  secara tidak langsung mereka bekerja keras untuk merubah nasib yang mereka terima. Dengan begitu, mereka pun dapat menghasilkan lapangan kerja baru yang dapat membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran. Secara otomatis akan mengurangi pula tingkat kemiskinan di Indonesia. Penyaluran bantuan juga dapat berupa gratisnya biaya pendidikan dan biaya kesehatan bagi mereka yang tidak mampu. Sehingga Sumber Daya Manusia di Indonesia dapat lebih baik lagi dari sebelumnya.
Hingga sekarang, kemiskinan merupakan “Pekerjaan Rumah” bagi pemerintah untuk menyelesaikan pemberantasan kemiskinan yang masih menjadi penyakit bangsa Indonesia. Tugas pemerintah sekarang adalah mengatur strategi untuk mengatasi kemiskinan. Namun, strategi tersebut tidak dapat dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi). Tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal terlebih dahulu. Kemiskinan dapat diatasi dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat bangsa Indonesia itu sendiri. Sehingga kemiskinan dapat terselesaikan.











Hapsari Ruming P.R
XII IPS 2
SMAN 1 Kota Serang

Tidak ada komentar: