i want to change to be better,,but i want to still be myself

Minggu, 12 Februari 2012

Bedah film " Heart 2 Heart "



“ HEART 2 HEART “


 



Hapsari Ruming P.R
XII IPS 2

SMA NEGERI 1 KOTA SERANG
2011-2012

KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan tugas bedah film yang berjudul “ HEART 2 HEART “.
          Bedah film ini bertujuan memberikan informasi dari suatu film itu sendiri. Baik yang memaparkan kelebihan ataupun memaparkan kekurangannya. Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada ibu Tenty yang telah membimbing dalam pembuatan laporan bedah film ini. Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih yang telah mendukung pembuatan laporan ini.
          Saya menyadari bahwa laporan bedah film ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan  laporan bedah film ini.
Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin


Serang, 30 November 2011

Penyusun




DAFTAR ISI
Cover…  ……………………………………………………………………………………    ………  1
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………   2
Daftar Isi………….... ………………………………………………………………………………...   3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 pengertian Sinema ………………………………………………………………………………..  4
BAB II BEDAH SINEMA “ HEART 2 HEART “
2.1 Identitas sinema …………………………………………………………………………………..  4
a.       Jenis sinema ………….…………………………………………………………………...... ..............   4
b.       Judul sinema …………………..……………………………………………………………. ............... 4
c.        Ide/penulis sinema …………….…………………………………………………………… ..............  4
d.       Produser ………………………….………………………………………………………… ..............   4
e.        Sutradara …………………………………………………………………………………… ................ 4
f.        Masa tayang ………………………………………………………………………………... ............... 4
g.        Produksi …………………………………………………………………………………….  ..............  4
h.       Durasi ……………………………………………………………………….………………  ................ 4
i.         Para pelaku ……………………………………………………………….…………………................  5
                                 i.            Peran protagonis ………………………………………………………..………..  5
                                ii.            Peran antagonis ………………………………………………………..…………..5
                              iii.            Peran figuran ………………………………………………………….…………..  5
2.2 Sinopsis …………………………………………………………………………………..……….    5
2.3 Bedah Sinema …………………………………………………………………………………….. ..6
2.3.1 Lakon yang ditampilkan ………………………………………………………..…………. 6
2.3.2 Kesiapan pelaku …………………………………………………………………..……….  6
2.3.3 keserasian dan kesesuaian kostum/pakaian ………………………………………..…… 6
2.3.4 menarik atau tidaknya jalan cerita/ alur cerita ………………………………….……….. 6
2.3.5 penggambaran pentas/ panggung/ latar …………………………………………..……..7
2.4 Komentar penulis …………………………………………………………………………………  7
2.5 Tujuan resensi …………………………………………………………………………………….  7
2.6 Tujuan Tim Produksi ……………………………………………………………………………..  7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………..  8
3.2 Saran ………………………………………………………………………………………………  8

BAB I. PENDAHULUAN
1.1   Pengertian Sinema
Sinema (akar kata dari cinema = kinematik = gerak). Film sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan  selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
Pengertian film menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa adalah lakon (cerita) gambar hidup. Memfilmkan berarti membuat alur cerita atau novel menjadi sebuah gambar bergerak yang di dalam gambar bergerak itu terdapat konflik, artis, pemain, view, dan sebagainya.

BAB II. BEDAH SINEMA “ HEART 2 HEART “ karya Titien Wattimena 
2.1            IDENTITAS SINEMA

a.             Jenis sinema     : sinema “Heart 2 heart” ini memiliki jenis /genre yaitu drama yang dapat dikatagorikan sebagai film remaja masa kini.

b.           Judul sinema     : judul sinema ini sendiri di ambil atau terinspirasi dari kehidupan yang sedang dialami oleh para remaja akhir-akhir ini.

c.             Ide/ penulis sinema      : Titien Wattimena 

d.            Produser           :  Chand Parwez Servia

e.             Sutradara         : Nayato Fio Nuala 

f.            Masa Tayang    :  Heart 2 Heart mulai tayang pada 11 November 2010 di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia

g.            Produksi : Kharisma Starvision Plus

h.           Durasi : 80 menit

i.              Para pelaku
                                         i.   Peran Protagonis       :
ü  Aliff Alli sebagai Pandu
ü  Irish Bella sebagai Indah

                                       ii.   Peran Antagonis        :
ü  Wulan Guritno sebagai mama Indah


                                     iii.   Peran Figuran           :
ü  Arumi Bachsin sebagai Kakak Indah
ü  George Taka sebagai Ayah Indah
ü  Argatama Levy sebagai Ramon
ü  Indah Permatasari sebagai Sahabat Indah

2.2             SINOPSIS

HEART 2 HEART
Semua berawal dari pertemuan tak sengaja antara Pandu (Aliff Alli) bersama sahabatnya (Argatama Levy cs) dengan Indah (Irish Bella), di sebuah danau nan indah. 

Tiga hari pertemuan-pertemuan ini berlanjut, Pandu dan Indah menemukan kebahagiaan yang diisi keindahan hutan, kebun teh, danau, dan cinta. Saat itu Indah sedang berlibur di villa bersama orang tuanya. Kebersamaan Pandu dan Indah terus terbawa dalam hati masing-masing ketika keduanya ke Jakarta, Pandu yakin apabila jodoh mereka akan bertemu kembali, Indah memang bersekolah di Jakarta, dan Pandu baru akan pindah ke Jakarta.
Laksana jodoh, garis hidup yang sudah dituliskan Tuhan, Indah bertemu kembali dengan Pandu, dan cinta itu tetap ada walau kini ada rintangan. Indah sudah memiliki ‘pacar’, dan tepatnya jodoh pilihan mamanya (Wulan Guritno), bernama Ramon (Miradz)

Hingga kemudian, sebuah kecelakaan merenggut sebagian hidup Indah. Penglihatannya dan pita suaranya. Saat itulah, kakak Indah (Arumi Bachsin) kembali, setelah selama ini pergi, karena menolak jadi boneka ibunya. Indah ibarat boneka rusak, menolak ditemani orang tuanya, apalagi pacar pilihan orang tuanya. Pandu kembali muncul. Pandu melepaskan sekolahnya di Jakarta untuk kembali ke desa, menyusul Indah, yang memilih menghabiskan kesendiriannya di villa. Pandu tak pernah membiarkan Indah sendiri, seberapa keras pun Indah menolaknya. Bersama-sama, Pandu dan sahabat Indah (Indah Permatasari) mencoba mengembalikan senyum Indah.
Dan di situlah, di tempat awal mereka bertemu, Indah dan Pandu kembali bersatu. Seperti sebuah kalimat, “manusia boleh pergi, tapi cinta tinggal selama-lamanya”, begitulah kisah kasih mereka pun menjadi abadi.

2.3             BEDAH FILM

2.3.1        Lakon yang ditampilkan
Menurut saya, para pemain telah menunjukkan ekspresi yang sesungguhnya. Mereka dapat menjiwai perannya masing-masing. Dalam film ini menceritakan sebuah pengorbanan sepasang manusia yang rela berkorban demi pasangan yang dicintainya telah tergambar dari acting para pemain. Para pemain secara tidak langsung memberikan chemistry terhadap para penonton yang menonton film tersebut. Mereka dapat membawa penonton seperti berada dalam situasi film yang mereka bintangi.

2.3.2 Kesiapan pelaku
Para pemain telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat para penonton terhanyut terbawa ke dalam film tersebut. Pemain yang lebih berpengalaman dapat berbaur dengan pemain yang baru dan mengajarkan cara berakting. Keserasian antara pemain yang berpengalaman dengan pemain baru terlihat sekali dalam film ini.

2.3.3 Keserasian dan kesesuaian pakaian/kostum
Film ini merupakan film remaja. Seperti halnya yang kita ketahui bersama bahwasanya remaja mengikuti trend yang telah mengglobal termasuk dalam hal pakaian atau kostum yang mengikuti kebarat-baratan. Dalam film ini mereka menggunakan pakaian atau kostum yang serasi dengan film yang mereka perankan. Kostum mereka bergaya kebarat-baratan. tetapi masih ada dalam unsur kesopanan dan tidak terbuka dalam kostum yang mereka kenakan.

2.3.4 Menarik atau tidaknya jalan cerita/ alur cerita
Menurut saya, alur cerita dalam film ini sangat menarik. Dalam film tersebut mengangkat sebuah cerita cinta sepasang manusia yang tulus yang terjadi di dunia para remaja saat ini. Sutradara membuat cerita tersebut menjadi sebuah cerita yang dapat dipahami oleh para penonton yang dapat membuat para penonton menjadi hanyut terbawa ke dalam cerita tersebut. Kisah tersebut juga menusuk ke hati para penonton. Soundtrack yang menyatu dengan film itu menambah indahnya film tersebut.  Lewat film ini juga penonton dimanjakan dengan pemandangan yang indah.
2.3.5 Penggambaran pentas / panggung / latar
Adegan film ini diambil dari sebuah villa dan danau nan indah yang terdapat di daerah puncak, Jawa Barat. Tempat yang di pilih pun sesuai dengan film yang di mainkan. Setting tempat yang indah menambah keromantisan film tersebut. Tetapi dalam hal penataan lampu oleh sutradara belum begitu baik sehingga membuat film tersebut sedikit gelap.

2.4 KOMENTAR PENULIS
Para sutradara banyak yang mengangkat tema remaja sebagai jalan cerita film yang dibuatnya. Tidak bisa dipungkiri lagi memang bahwasanya  film dengan tema remaja  tidak henti-hentinya diangkat ke layar lebar, karena memang kebanyakan peminat film-film di bioskop kebanyakan adalah remaja. Sehingga mungkin para pembuat film ingin membuat, mengangkat, memanjakan remaja dan mendapatkan untung dari film buatannya itu.

2.5 TUJUAN  RESENSI
Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari film tersebut. Menyebarluaskan film ini dan memberikan informasi terhadap para penonton atau khalayak dari film Indonesia yang terbaru ini.

2.6 TUJUAN TIM PRODUKSI (PH)
Tema remaja sepertinya tidak henti-hentinya diangkat ke layar lebar. Nayoto Fio Nuala yang sering mengangkat tema ini, kembali merilis film berjudul Heart 2 Heart yang mengisahkan dua remaja jatuh cinta dan segala problematikanya.






BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dalam film ini mengajarkan arti sesungguhnya dari sebuah kasih sayang. Kasih sayang yang tulus berasal dari dalam diri dan tidak akan ada yang memaksakannya walaupun sebuah nyawa sebagai taruhannya. Dalam film ini meberikan pesan kepada kita bahwasanya jodoh bukan ditangan orang tua tetapi ditangan Tuhan.

3.2 Saran
Film-film seperti ini bernilai positif karena segala sesuatu ada ditangan Tuhan. Film-film seperti ini juga akan lebih baik jika ditingkatkan lagi  kualitasnya kembali sehingga para penonton dapat merasakan seperti terlibat dalam film tersebut dan dapat memberikan pelajaran atau menyampaikan pesan kepada para penonton melalui film.




1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kak aku mw tanya,tempat kebun teh,villa,sungai di film heart 2 heart di daerah mana ya dan ksh alamat nya kk