i want to change to be better,,but i want to still be myself

Minggu, 12 Februari 2012

Penyakit “ Kemiskinan “ melanda Indonesia


Indonesia telah merdeka 67 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan tersebut, Bangsa Indonesia berusaha dengan sekuat tenaga untuk mensejahterakan masyarakat yang secara adil dan makmur sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam mencapai hal mengurangi kemiskinan  dari awal kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi dan sampai sekarang. Pemerintah telah menggalangkan banyak rencana salah satunya pembangunan. Tujuan awal pembangunan tersebut adalah untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Namun seperti halnya kita lihat bersama pembangunan yang selama ini dijalankan belum terlihat mengarah ke dampak positif untuk mengurangi kemiskinan.
Kemiskinan di Indonesia merupakan masalah yang sampai saat ini belum terpecahkan oleh Pemerintah. Kemiskinan adalah masalah besar yang sedang dan selalu menghantui bangsa Indonesia. Banyaknya pengangguran karena sedikitnya lapangan pekerjaan, Pendapatan yang rendah per kapita karena harus menanggung banyaknya anggota keluarga yang belum berproduktif akibat anggapan banyak anak banyak rezeki, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kurangnya kesadaran untuk tidak berurbanisasi akibatnya akan memunculkan daerah kumuh.
Pada dasarnya, faktor yang mendasari kemiskinan yaitu program-program penanggulangan kemiskinan yang selama ini dilakukan cenderung terfokus kepada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin. Seperti contoh “RASKIN” atau Beras Miskin yang diberikan kepada masyarakat miskin dari upaya penanggulangannya. Upaya tersebut cenderung tidak efektif karena akan menyebabkan ketergantungan untuk selalu meminta-minta bukan berusaha untuk pemberdayaan. Seharusnya program yang dijalankan bersifat permanen yang berfungsi untuk budaya ekonomi produktif. Ada juga biaya subsidi secara tunai yang diberikan sebulan sekali oleh pemerintah dengan kantor pos sebagai penyalurnya. Akibat program tersebut  rakyat miskin berdesak-desakkan untuk mendapatkan bantuan dari salah satu program pemerintah ini. Tapi jika kita amati bersama, program-program tersebut dapat menimbulkan korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyalurannya.
Alangkah baiknya jika penyaluran bantuan tersebut berupa modal untuk membuka atau mendirikan usaha kecil agar dapat merubah kondisi perekonomian mereka dan dapat menyadarkan mereka untuk hidup mandiri tanpa ketergantungan terhadap pemerintah. Sehingga  secara tidak langsung mereka bekerja keras untuk merubah nasib yang mereka terima. Dengan begitu, mereka pun dapat menghasilkan lapangan kerja baru yang dapat membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran. Secara otomatis akan mengurangi pula tingkat kemiskinan di Indonesia. Penyaluran bantuan juga dapat berupa gratisnya biaya pendidikan dan biaya kesehatan bagi mereka yang tidak mampu. Sehingga Sumber Daya Manusia di Indonesia dapat lebih baik lagi dari sebelumnya.
Hingga sekarang, kemiskinan merupakan “Pekerjaan Rumah” bagi pemerintah untuk menyelesaikan pemberantasan kemiskinan yang masih menjadi penyakit bangsa Indonesia. Tugas pemerintah sekarang adalah mengatur strategi untuk mengatasi kemiskinan. Namun, strategi tersebut tidak dapat dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi). Tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal terlebih dahulu. Kemiskinan dapat diatasi dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat bangsa Indonesia itu sendiri. Sehingga kemiskinan dapat terselesaikan.











Hapsari Ruming P.R
XII IPS 2
SMAN 1 Kota Serang

Pancasila sebagai Ideologi terbuka


I.                Pendahuluan

Pemahaman terhadap latar belakang historis dan konseptual tentang pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bagian setiap Negara merupakan suatu kewajiban sebelum melaksanakan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kewajiban tersebut merupakan konsekuensi formal dan logis dalam kedudukan  kita sebagai warga Negara. Karena pancasila sebagai Dasar Negara (Filsafat Negara), sehinggga wajib bagi para warga Negara untuk taat dan setia pada dasar Negara tersebut.
Setiap negara memiliki perjalanan hidup. Perjalanan hidup itulah yang nantinya akan sangat bergantung pada efektivitas penyelenggaraan Negara Indonesia dalam hal ini pancasila yang menjadi dasar dalam pengaturan penyelenggaraan Negara baik di bidang ekonomi, hokum, politik, sosial budaya, bidang ideologi, dan bidang pertahanan keamanan. Di era globalisasi ini, suatu komponen bangsa harus siap menerima dan mengambil peranan sehingga dampak negative dari akibat globalisasi yang muncul akan terantisipasi.
Warga negara dapat di ukur kesetiaannya, nasionalisme ( cinta tanah air ), dan patriotism ( kerelaan berkorban )  melalui bentuk kesetiaan mereka terhadap filsafat Negara yang secara formal di wujudkan dalam  peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Dasar 1945, ketetapan MPR, Undang-Undang, dan peraturan perundang-undangan  lainnya yang terdapat di Indonesia. Kesetiaannya dapat terlihat pada sikap dan tindakan yaitu menghayati dan mengamalkannya.
Pancasila dalam kedudukannya sebagai ideologi Negara diharapkan mampu menjadi filter ( penyaring ) dari perubahan-perubahan yang negatif dan tidak sesuai dengan kepribadiaan bangsa Indonesia itu sendiri di jaman globalisasi ini. Pancasila merupakan ideologi yang terbuka yang dapat dilihat dari cara penerapannya yang bersifat dinamis. Ideologi Pancasila yang di miliki Indonesia merupakan cerminan cara berfikir masyarakat Indonesia dan merupakan cita-cita bangsa Indonesia.


II.           HAKIKAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

A.  Latar belakang proses terjadinya Pancasila
Proses terjadinya Pancasila dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Asal mula langsung
Menurut Notonegoro asal mula langsung dibedakan menjadi :
a.     Asal mula bahan ( causa materialis )
asal  bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri karena Pancasila diperoleh dari nilai-nilai, adat istiadat, kebudayaan, serta nilai-nilai religious yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
b.     Asal mula bentuk ( causa formalis )

Hal ini dimaksudkan bagaimana asal mula bentuk atau bagaimana bentuk Pancasila itu dirumuskan sebagaimana termuat dalam pembukaan Undang- Undang 1945. Maka asal mula bentuk Pancasila adalah Soekarno bersamasama dengan Drs. Moh Hatta serta anggota BPUPKI lainnya merumuskan dan membahas Pancasila terutama hubungan bentuk, rumusan, dan nama Pancasila itu sendiri.

c.      Asal mula karya ( causa efficient )

Asal mula karya yaitu asal mula yang menjadikan Pancasila dari calon dasar Negara menjadi dasar Negara yang sesungguhnya. Adapun asal mula karya adalah PPKI sebagai pembentuk Negara dan atas dasar pembentuk Negara yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar Negara yang sah setelah melakukan pembahasan baik yang dilakukan oleh BPUPKI atau Panitia Sembilan.

2.     Asal mula tidak langsung

Unsur-unsur Pancasila tersebut sebelum dirumuskan secara langsung menjadi dasar filsafat negara. Nilai-nilai tersebut yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan nilai keadilan telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebelum membentuk Negara.

          Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara yang berupa nilai adat-istiadat, kebudayaan serta nilai religious. Nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai pedoman dalam memecahkan masalah-masalah atau problem kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

          Dapat disimpulkan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila pada hakikatnya bangsa Indonesia sendiri atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai kausa materialis ( asal mula tidak langsung ). Inti dari uraian diatas yaitu memberikan pandangan bahwa Pancasila pada dasarnya sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sebelum terbentuknya Negara Indonesia.

B.  Pengertian Ideologi

Istilah ideologi berasal dari bahasa Greek yang terdiri dari dua kata yaitu  idea dan logi. Idea berarti melihat ( idean ) sedangkan  Logi berasal dari kata Logos yang artinya pengetahuan atau teori. Jadi, Ideologi itu sendiri bermakna hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. Namun Ideologi dapat diartikan sebagai suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat ( kejadian ) yang memberikan arah dan  tujuan untuk kelangsungan hidup.
Jika diterapkan di suatu negara , maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan bernegara.
C.  Sejarah lahirnya ideologi

Terdapat dua pandangan mengenai lahirnya ideologi. Pandangan tersebut antara lain adalah :
a.     Pandangan pertama
Ideologi berasal dari konsep abstraksi ( inkrimental ) yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Kemudian konsep-konsep tersebut mengakui adanya nilai-nilai dasar yang lama-kelamaan diterima sebagai suatu kebenaran dan diyakini sebagai pegangan dalam menjalin kehidupan bersama dalam bentuk norma-norma.
b.     Pandangan kedua
Ideologi berasal dari hasil olah piker para cendikiawan yang kemudian dijabarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, selanjutnya dirumuskan dalam deklarasi Negara yang akhirnya dicantumkan dalam konstitusi Negara.


D.  Arti Ideologi terbuka

Ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-cita yang terdapat dalam  ideologi tersebut tidak dipaksakan dari luar, melainkan diperoleh dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri.
Ideologi terbuka adalah  ideologi yang dapat berinteraksi dengan  perkembangan  zaman yang sedang terjadi dank arena adanya dinamika secara internal. Sumber ideologi bangsa Indonesia sebenarnya terdapat dalam penjelasan umum UUD 1945 yang menyatakan, “….. terutama bagi Negara baru dan Negara muda, lebih baik hokum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada UndangUndang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya, dan mencabutnya.
*    Ciri-ciri ideologi terbuka :
1.     Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.     Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3.     Hasil musyawarah dan konsesus masyarakat.
4.     Bersifat dinamis dan reformis.

*    Unsur-unsur ideologi :
1.     Seperangkat gagasan yang disusun secara sistematis.
2.     Pedoman tentang cara hidup.
3.     Tatanan yang hendak dituju oleh suatu kelompok.
4.     Dipegang teguh oleh kelompok yang meyakininya.

Namun, menurut Koento Wibisono, bila diteliti dengan cermat terdapat kesamaan dari semua unsur ideologi, yaitu :
a.     Keyakinan, mempunyai arti bahwa dalam setiap ideology selalu memuat gagasan-gagasan vital dan konsep-konsep dasar yang menggambarkan seperangkat keyakinan yang diorientasikan pada tingkah laku atau perbuatan manusia sebagai subjek pendukungnya untuk mencapai suatu tujuan yang dicita-citakan.
b.     Mitos, mempunyai arti setiap ideologi selalu memitoskan sesuatu ajaran secara optimistik-deterministik. Artinya, mengajarkan bagaimana ideologi pasti akan dapat dicapai.
c.      Loyalitas, berarti dalam setiap ideologi selalu menuntut adanya loyalitas serta keterlibatan optimal dari para pendukungnya.

E.   Pancasila sebagai Ideologi terbuka
Yang dimaksud dengan pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pancasila merupakan  ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa merubah nilai dasarnya. Ini bukan berarti bahwa nilai dasar pancasila dapat diubah dengan  nilai dasar yang lain yang sama artinya dengan meniadakan pancasila atau meniadakan identitas/ jati diri bangsa Indonesia. ( Al Marsudi, 2000 : 62 )
Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan  tuntutan perkembangan zaman secara kreatif dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.
Pancasila dapat dilihat dari sifat-sifat dasarnya dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka tersebut memiliki dimensi-dimensi idealitas, normative, dan realitas. Rumusan-rumusan pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat umum, universal, sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945.
Bukti bahwa pancasila adalah ideologi pancasila adalah :
1.     Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita-cita masyarakat Indonesia.
2.     Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional.
3.     Pengalaman sejarah bangsa Indonesia.
4.     Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa campur  tangan atau paksaan dari sekelompok orang.
5.     Isinya tidak operasional.
6.     Menginspirasi kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
7.     Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda.
Sebagai ideologi yang terbuka, pancasila memberikan pedoman yang mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan yang akan dihadapinyanya terutama dalam menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rumusan pancasila dapat disebut sebagai rumusan dasar cita-cita Negara ( staatidee ) dan sekaligus dasar dari cita-cita hokum ( rechtidae ) Negara Republik Indonesia.
          Ideologi mempunyai fungsi, fungsi tersebut antara lain :
a.     Struktur kognitif, ialah keseluruhan pengetahuan yang merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian di alam sekitar.
b.     Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
c.      Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.
d.     Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.
e.      Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
f.       Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta bertingkah laku sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung didalamnya.
Pancasila mempunyai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Nilai tersebut antara lain :
1.     Nilai dasar, yaitu nilai dasar yang relatif tetap ( tidak berubah ) yang terdapat dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945
2.     Nilai instrument, yaitu nilai-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk Undang- Undang Dasar 1945, ketetapan MPR, dan peraturan perundang-undangan lainnya
3.     Nilai praxis ( nilai praktis ), yaitu nilai-nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari, baik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai praktis bersifat abstrak. Misalnya, menghormati, kerja sama, dan kerukunan. Hal tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari.
Faktor yang mendorong keterbukaan ideologi pancasila :
1.     Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang cepat.
2.     Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup.
3.     Pengalaman sejarah politik di masa lalu.
4.     Tekad untuk mempermudah kesadaran akan nilai-nilai dasar pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi, yaitu :
a.     Dimensi realitas
Nilai-nilai dasar didalam suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat yang tertanam dan berakar didalam masyarakat,terutama pada waktu ideologi itu lahir.



b.     Dimensi idealis
Nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung ideologi, bukan angan-angan (utopia ) yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya dalam praktik kehidupan bersama sehari-hari dengan berbagai dimensinya.
c.      Dimensi fleksibilitas ( pengembangan )
Ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat ( jati diri ) yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.

F.   BATAS-BATAS KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA
Sifat keterbukaan pancasila yang sebagai ideologi terbuka, memerlukan pembatasan. Dengan demikian, Pancasila berfungsi untuk memfilter ( menyaring ) semua atau segala sesuatu yang masuk ke Indonesia baik berupa gaya, kebudayaan ataupun mode pakaian. Adanya pembatasan tersebut membuat dinamika pancasila sebagai ideologi terbuka tidak kelewatan dari nilai pancasila tersebut. Tetapi tetap berlandaskan pada nilai-nilai dan sikap yang tercermin pada pancasila.
Pembatasan-pembatasan tersebut antara lain :
a.     Nilai dasar
Nilai dasar adalah nilai yang mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia. Nilai tersebut terdapat pada pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 pada alinea ke empat. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengganti nilai dasar tersebut. Karena nilai dasar mengandung cita-cita bangsa, dasar Negara, dan kedaulatan Negara.





b.     Kepentingan Stabilitas Nasional.
Pada dasarnya, semua gagasan untuk menjabarkan nilai dasar bisa dilakukan. Namun, sejak awal sudah bisa diperkirakan bahwa gagasan tersebut akan menimbulkan atau membahayakan stabilitas dan integrasi nasional. Oleh sebab itu, dibutuhkan momen, bentuk, serta metode yang tepat guna menyampaikan gagasan tersebut.



c.      Larangan Ideologi Komunis- Marxisme
Secara factual, proses rontoknya ideologi Komunis- Marxisme terjadi dimana-mana. Namun, setiap warga Negara tidak boleh begitu saja mengabaikan bahaya Komunis- Marxisme. Sebab Komunisme bisa berubah dalam bentuk dan wujud yang lain.



Bedah film " Heart 2 Heart "



“ HEART 2 HEART “


 



Hapsari Ruming P.R
XII IPS 2

SMA NEGERI 1 KOTA SERANG
2011-2012

KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan tugas bedah film yang berjudul “ HEART 2 HEART “.
          Bedah film ini bertujuan memberikan informasi dari suatu film itu sendiri. Baik yang memaparkan kelebihan ataupun memaparkan kekurangannya. Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada ibu Tenty yang telah membimbing dalam pembuatan laporan bedah film ini. Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih yang telah mendukung pembuatan laporan ini.
          Saya menyadari bahwa laporan bedah film ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan  laporan bedah film ini.
Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin


Serang, 30 November 2011

Penyusun




DAFTAR ISI
Cover…  ……………………………………………………………………………………    ………  1
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………   2
Daftar Isi………….... ………………………………………………………………………………...   3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 pengertian Sinema ………………………………………………………………………………..  4
BAB II BEDAH SINEMA “ HEART 2 HEART “
2.1 Identitas sinema …………………………………………………………………………………..  4
a.       Jenis sinema ………….…………………………………………………………………...... ..............   4
b.       Judul sinema …………………..……………………………………………………………. ............... 4
c.        Ide/penulis sinema …………….…………………………………………………………… ..............  4
d.       Produser ………………………….………………………………………………………… ..............   4
e.        Sutradara …………………………………………………………………………………… ................ 4
f.        Masa tayang ………………………………………………………………………………... ............... 4
g.        Produksi …………………………………………………………………………………….  ..............  4
h.       Durasi ……………………………………………………………………….………………  ................ 4
i.         Para pelaku ……………………………………………………………….…………………................  5
                                 i.            Peran protagonis ………………………………………………………..………..  5
                                ii.            Peran antagonis ………………………………………………………..…………..5
                              iii.            Peran figuran ………………………………………………………….…………..  5
2.2 Sinopsis …………………………………………………………………………………..……….    5
2.3 Bedah Sinema …………………………………………………………………………………….. ..6
2.3.1 Lakon yang ditampilkan ………………………………………………………..…………. 6
2.3.2 Kesiapan pelaku …………………………………………………………………..……….  6
2.3.3 keserasian dan kesesuaian kostum/pakaian ………………………………………..…… 6
2.3.4 menarik atau tidaknya jalan cerita/ alur cerita ………………………………….……….. 6
2.3.5 penggambaran pentas/ panggung/ latar …………………………………………..……..7
2.4 Komentar penulis …………………………………………………………………………………  7
2.5 Tujuan resensi …………………………………………………………………………………….  7
2.6 Tujuan Tim Produksi ……………………………………………………………………………..  7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………..  8
3.2 Saran ………………………………………………………………………………………………  8

BAB I. PENDAHULUAN
1.1   Pengertian Sinema
Sinema (akar kata dari cinema = kinematik = gerak). Film sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan  selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
Pengertian film menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa adalah lakon (cerita) gambar hidup. Memfilmkan berarti membuat alur cerita atau novel menjadi sebuah gambar bergerak yang di dalam gambar bergerak itu terdapat konflik, artis, pemain, view, dan sebagainya.

BAB II. BEDAH SINEMA “ HEART 2 HEART “ karya Titien Wattimena 
2.1            IDENTITAS SINEMA

a.             Jenis sinema     : sinema “Heart 2 heart” ini memiliki jenis /genre yaitu drama yang dapat dikatagorikan sebagai film remaja masa kini.

b.           Judul sinema     : judul sinema ini sendiri di ambil atau terinspirasi dari kehidupan yang sedang dialami oleh para remaja akhir-akhir ini.

c.             Ide/ penulis sinema      : Titien Wattimena 

d.            Produser           :  Chand Parwez Servia

e.             Sutradara         : Nayato Fio Nuala 

f.            Masa Tayang    :  Heart 2 Heart mulai tayang pada 11 November 2010 di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia

g.            Produksi : Kharisma Starvision Plus

h.           Durasi : 80 menit

i.              Para pelaku
                                         i.   Peran Protagonis       :
ü  Aliff Alli sebagai Pandu
ü  Irish Bella sebagai Indah

                                       ii.   Peran Antagonis        :
ü  Wulan Guritno sebagai mama Indah


                                     iii.   Peran Figuran           :
ü  Arumi Bachsin sebagai Kakak Indah
ü  George Taka sebagai Ayah Indah
ü  Argatama Levy sebagai Ramon
ü  Indah Permatasari sebagai Sahabat Indah

2.2             SINOPSIS

HEART 2 HEART
Semua berawal dari pertemuan tak sengaja antara Pandu (Aliff Alli) bersama sahabatnya (Argatama Levy cs) dengan Indah (Irish Bella), di sebuah danau nan indah. 

Tiga hari pertemuan-pertemuan ini berlanjut, Pandu dan Indah menemukan kebahagiaan yang diisi keindahan hutan, kebun teh, danau, dan cinta. Saat itu Indah sedang berlibur di villa bersama orang tuanya. Kebersamaan Pandu dan Indah terus terbawa dalam hati masing-masing ketika keduanya ke Jakarta, Pandu yakin apabila jodoh mereka akan bertemu kembali, Indah memang bersekolah di Jakarta, dan Pandu baru akan pindah ke Jakarta.
Laksana jodoh, garis hidup yang sudah dituliskan Tuhan, Indah bertemu kembali dengan Pandu, dan cinta itu tetap ada walau kini ada rintangan. Indah sudah memiliki ‘pacar’, dan tepatnya jodoh pilihan mamanya (Wulan Guritno), bernama Ramon (Miradz)

Hingga kemudian, sebuah kecelakaan merenggut sebagian hidup Indah. Penglihatannya dan pita suaranya. Saat itulah, kakak Indah (Arumi Bachsin) kembali, setelah selama ini pergi, karena menolak jadi boneka ibunya. Indah ibarat boneka rusak, menolak ditemani orang tuanya, apalagi pacar pilihan orang tuanya. Pandu kembali muncul. Pandu melepaskan sekolahnya di Jakarta untuk kembali ke desa, menyusul Indah, yang memilih menghabiskan kesendiriannya di villa. Pandu tak pernah membiarkan Indah sendiri, seberapa keras pun Indah menolaknya. Bersama-sama, Pandu dan sahabat Indah (Indah Permatasari) mencoba mengembalikan senyum Indah.
Dan di situlah, di tempat awal mereka bertemu, Indah dan Pandu kembali bersatu. Seperti sebuah kalimat, “manusia boleh pergi, tapi cinta tinggal selama-lamanya”, begitulah kisah kasih mereka pun menjadi abadi.

2.3             BEDAH FILM

2.3.1        Lakon yang ditampilkan
Menurut saya, para pemain telah menunjukkan ekspresi yang sesungguhnya. Mereka dapat menjiwai perannya masing-masing. Dalam film ini menceritakan sebuah pengorbanan sepasang manusia yang rela berkorban demi pasangan yang dicintainya telah tergambar dari acting para pemain. Para pemain secara tidak langsung memberikan chemistry terhadap para penonton yang menonton film tersebut. Mereka dapat membawa penonton seperti berada dalam situasi film yang mereka bintangi.

2.3.2 Kesiapan pelaku
Para pemain telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat para penonton terhanyut terbawa ke dalam film tersebut. Pemain yang lebih berpengalaman dapat berbaur dengan pemain yang baru dan mengajarkan cara berakting. Keserasian antara pemain yang berpengalaman dengan pemain baru terlihat sekali dalam film ini.

2.3.3 Keserasian dan kesesuaian pakaian/kostum
Film ini merupakan film remaja. Seperti halnya yang kita ketahui bersama bahwasanya remaja mengikuti trend yang telah mengglobal termasuk dalam hal pakaian atau kostum yang mengikuti kebarat-baratan. Dalam film ini mereka menggunakan pakaian atau kostum yang serasi dengan film yang mereka perankan. Kostum mereka bergaya kebarat-baratan. tetapi masih ada dalam unsur kesopanan dan tidak terbuka dalam kostum yang mereka kenakan.

2.3.4 Menarik atau tidaknya jalan cerita/ alur cerita
Menurut saya, alur cerita dalam film ini sangat menarik. Dalam film tersebut mengangkat sebuah cerita cinta sepasang manusia yang tulus yang terjadi di dunia para remaja saat ini. Sutradara membuat cerita tersebut menjadi sebuah cerita yang dapat dipahami oleh para penonton yang dapat membuat para penonton menjadi hanyut terbawa ke dalam cerita tersebut. Kisah tersebut juga menusuk ke hati para penonton. Soundtrack yang menyatu dengan film itu menambah indahnya film tersebut.  Lewat film ini juga penonton dimanjakan dengan pemandangan yang indah.
2.3.5 Penggambaran pentas / panggung / latar
Adegan film ini diambil dari sebuah villa dan danau nan indah yang terdapat di daerah puncak, Jawa Barat. Tempat yang di pilih pun sesuai dengan film yang di mainkan. Setting tempat yang indah menambah keromantisan film tersebut. Tetapi dalam hal penataan lampu oleh sutradara belum begitu baik sehingga membuat film tersebut sedikit gelap.

2.4 KOMENTAR PENULIS
Para sutradara banyak yang mengangkat tema remaja sebagai jalan cerita film yang dibuatnya. Tidak bisa dipungkiri lagi memang bahwasanya  film dengan tema remaja  tidak henti-hentinya diangkat ke layar lebar, karena memang kebanyakan peminat film-film di bioskop kebanyakan adalah remaja. Sehingga mungkin para pembuat film ingin membuat, mengangkat, memanjakan remaja dan mendapatkan untung dari film buatannya itu.

2.5 TUJUAN  RESENSI
Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari film tersebut. Menyebarluaskan film ini dan memberikan informasi terhadap para penonton atau khalayak dari film Indonesia yang terbaru ini.

2.6 TUJUAN TIM PRODUKSI (PH)
Tema remaja sepertinya tidak henti-hentinya diangkat ke layar lebar. Nayoto Fio Nuala yang sering mengangkat tema ini, kembali merilis film berjudul Heart 2 Heart yang mengisahkan dua remaja jatuh cinta dan segala problematikanya.






BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dalam film ini mengajarkan arti sesungguhnya dari sebuah kasih sayang. Kasih sayang yang tulus berasal dari dalam diri dan tidak akan ada yang memaksakannya walaupun sebuah nyawa sebagai taruhannya. Dalam film ini meberikan pesan kepada kita bahwasanya jodoh bukan ditangan orang tua tetapi ditangan Tuhan.

3.2 Saran
Film-film seperti ini bernilai positif karena segala sesuatu ada ditangan Tuhan. Film-film seperti ini juga akan lebih baik jika ditingkatkan lagi  kualitasnya kembali sehingga para penonton dapat merasakan seperti terlibat dalam film tersebut dan dapat memberikan pelajaran atau menyampaikan pesan kepada para penonton melalui film.