i want to change to be better,,but i want to still be myself

Sabtu, 29 Januari 2011


Biografi R.A Kartini

LAHIRNYA EMANSIPASI WANITA

Raden Ajeng Kartini atau sering kita kenal dengan nama R.A Kartini. Kartini adalah sosok wanita yang telah mengangkat derajat kaum wanita. Raden Ajeng Kartini di lahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. R.A Kartini adalah putrid dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.
            R.A Kartini di perbolehkan bersekolah di ELS ( Europese Lagere School ) sampaiu pada usia 12 tahun. Setelah itu Ia tidak di perbolehkan untuk bersekolah kembali karena akan di nikahkan oleh kedua orang tuanya. Selama di rumah, Ia tidak tinggal diam. Kartini yang bisa berbahasa Belanda, tetap belajar sendiri di rumah dari buku-buku, Koran, dan majalah. Ia juga menulis surat untuk teman-temannya di Belanda. Salah satunya bernama Rosa Abendanon. Teman-temannya sangat mendukung usaha dari R.A Kartini. Sejak saat itu, R.A Kartini mulai tertarik untuk memajukan perempuan Indonesia. Karena Ia melihat, perempuan Indonesia berada pada status social yang rendah. Ia pun mengumpulkan teman-temannya untuk diajari membaca dan berhitung. Tak beberapa lama, R.A Kartini mengirimkan surat kepada Mr. J. H Abdenon untuk memohon diberikan beasiswa untuk belajar di Belanda.
            Saat beasiswa yang di harapkan diterima oleh Mr. J. H Abdenon, R.A Kartini tidak sempat merasakannya. Karena Ia ingin dinikahkan oleh orang tuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah, Ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihan, kerja keras, dan dukungan dari suaminya, Raden Ajeng Kartini berhasil mendirikan sekolah wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang, Cirebon, dan daerah lainnya. Sekolah itu di beri nama “ Sekolah Kartini “.
            Sejak kecil Kartini gemar membaca. Surat-surat yang Kartini tulis sering di muat di dalam majalah-majalah atau surat kabar di Belanda. Kartini juga sering mencatat dan mengutip beberapa kalimat. Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun setelah melahirkan putera pertamanya. Setelah wafat, Mr. J. H Abdenon tertarik atas usaha R.A Karyini yang ingin memajukan wanita Indonesia. Ia pun mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah R.A Kartini kirimkan kepada teman-temannya yang di Eropa. Buku itu diberi nama “ Door Duisternis Tot Licht “ yang artinya “ Habis Gelap Terbitlah Terang “.
           
Berkat kegigihan R.A Kartini, kaum wanita di Indonesia telah mengalami emansipasi wanita yaitu kaum wanita sederajat dengan kaum laki-laki dalam bidang apapun. Pemerintah Indonesia pun menetapkan R.A Kartini sebagai pahlawan Nasional Indonesia dan tanggal 21 April di tetapkan sebagai hari Kartini.




Hapsari Ruming Palguna Rini
SMAN 1 Kota Serang